Titip Doa
DI TANGAN PAK ALIK, PADI ORGANIK BUKAN SEKEDAR MIMPI CANTIK
oman abdurahman
Author: oman abdurahman

DI TANGAN PAK ALIK, PADI ORGANIK BUKAN SEKEDAR MIMPI CANTIK

Pada Selasa, 28 Januari 2025, sehari setelah peringatan Isro’-Mi’raj kangjeng Rosul saw, Pembina, Ketua, dan Sekretaris Yayasan (Ys.) Kabin juga melakukan “isro” atau perjalanan ke padepokan SRI Organik Indonesia milik pak Alik Sutaryat di Banjar, Jawa Barat. Di sana sudah bergabung sehari sebelumnya, pak Hadi dari KADIN Jawa Barat. Juga pada hari itu, ketika kami sampai di sana kl. pk 08.00 pagi, ternyata sudah hadir juga beberapa kader pak Alik, dari Camis, bahkan ada yang dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Sekitar pk 09, rombongan lain, dari Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, pun hadir. Siapakah pak Alik itu? Punya apakah beliau sehingga beliau punya kader? Dan, ada kegiatan apa dengan pihak Pemkab Ciamis sehingga pada hari itu di padepokan pak Alik menjadi ramai oleh para penggiat tani organik?

Ya, pak Alik adalah tokoh pertanian organik di Indonesi sejak media 1980-an seiring dengan mulai dikenalnya tani padi metode SRI (system or rice intensification). Sistem ini umumnya juga sistem tani organik alias tidak menggunakan bahan kimia, baik dalam hal pupuknya, maupun sarana (obat-obatan) untuk mencegah hamanya. Berkat keuletannya dalam Berita untuk Website Ys Kabin, Kunjungan ke Pak Alik di Banjar,28 Januari 2025 - 1 | P a g e mengembangkan tani organik, pak Alik menciptakan sendiri sistem tani padi organiknya, sejak 2001, dan diresmikan pada 2005. Sistemnya diberi nama “SRI Organik Indonesia” dimana, kata “SRI” disini system of rice intensification. Sebenarnya, cara bertani SRI Organik inovasi pak Alik ini sangat bisa (dan memang beliau melakukannya) juga diaplikasikan pada komiditi lain selain padi.

“SRI Organik Indonesia”, kini telah dikenal di seluruh Indonesia. Ini tiada lain berkat dukungan dari tokoh-tokoh Jawa Barat di bidang lingkungan, khususnya para pembina DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda), seperti alm. Mang Ihin (Solihin GP, mantan Gubernur Jabar), dan alm Prof. Mubiar Purwasasmita. Khususnya Prof. Mubiar, selain melibatkan temuan pak Alik dalam kegiatan DPKLTS, juga mengangkat atau mengakademisikan temuan pak Alik itu, yaitu menjadi salah satu bagian dari isi pidato pengukuhan guru-besarnya, dengan nama “sistem bio reaktor”. Sistem ini sangat menguntungkan untuk pertanian, ekonomi pertani, dan lingkungan. Sebab, bertani dengan cara SRI Organik Indonesia untuk padi, misalnya, hemat bibit (cukup satu bibit), hemat air sampai dengan 40%, hemat pupuk (karena pupuknya bikin sendiri), hasilnya tinggi, mencapai 12-14 ton gabah per hektar (ha) untuk tanah seperti di Jawa; dan 5-7 ton/Ha untuk tanah asam; dan ramah lingkungan (karena organik).

Pak Alik dengan aktivitasnya tani organiknya itu sebenarnya sudah dikenal pula oleh Pemerintah, khususnya Kemen PU dan Kementerian Pertanian, sejak 1990-an. Bahkan, Kemen PU yang awalnya mendukung kegiatan pak Alik, karena SRI Organik Indonesia itu sangat hemat air. Namun, sejauh ini, pihak yang banyak mendukung kegiatan pak Alik adalah dari swasta, yaitu sebuah perusahaan energi melalui program CRS-nya. Dengan dukungan tersebut, pak Alik memperluas aplikasi SRI Organik Indonesia hingga sekarang jumlah sawah yang menerapkan sistem tani organik tersebut kini sudah mencapai sekitar 17.000 Ha tersebar dari Sabang sampai Merauke. Diantaranya, yang kini sedang gecar dan menunjukan hasil memuaskan adalah aplikasi SRI Organik Indonesia di Porvinsi Kendari (sudah berhasil ekspor padi organic).

Pak Alik juga telah melahirkan banyak kader. Karena inovasinya itu sangat bergantung pada kekuatan sumber daya manusia (diperlukan pelatihan dulu sebelumnya), jadi persoalan kader ini sangat penting. Kader pak Alik sangat loyal, karena mereka sudah merasakan manisnya dari hasil tani padi organik. Bahkan, sudah ada beberapa penggiat tani organik SRI Organik Indonesia yang sudah bisa mengekspor beras organik ke luar negeri. Seperti pada hari kami berkunjung ke tempat beliau ini, pak setelah menerima kami, akan ada kegiatan penyuluhan pertanian organik untuk dinas dan komunitas terkait se-Ciamis. Ini dalam rangka mendukung program Kabupaten Ciamis, menjadikan seluruh wilayah Ciamis sebagai daerah yang menerapkan tani padi organik model SRI Organik Indonesia-nya pak Alik.

Maksud kunjungan Ys. Kabin ke pak Alik, selain kengan-kangenan karen kami sudah lama tak jumpa beliau, juga ada tantangan besar: “Dapatkah bertani organik di perkotaan? Jika bisa, ini sangat strategis. Sebab, dengan bertani padi organik di perkotaan, maka kita dapat berkontribusi untuk ketahanan pangan perkotaan. Tampaknya bisa, sebagaima dalam kisah perjalanan lanjutan dari pak Alik ke tokoh lingkungan lainnya, di Ciamis yang akan diceritakan pada liputan berita lingkungan Ys. Kabin berikutnya, Insya Alloh. *** (Oman Abdurahman).

oman abdurahman
Author: oman abdurahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

oman abdurahman
Author: oman abdurahman